JAKARTA -- PDI Perjuangan menegaskan posisi Rano Karno
sebagai kader partai dan Wakil Gubernur Banten. Sekjen PDI Perjuangan
Tjahjo Kumolo menyatakan pihaknya tidak akan mencampuri urusan hukum
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.
"Permasalahan internal
keluarga Atut bukan ranah politik itu ranah hukum. Silahkan diproses dan
PDIP tidak akan ikut campur," kata Tjahjo di Gedung DPR, Jakarta, Kamis
(24/10/2013).
Tjahjo mengatakan PDIP akan mengikuti mekanisme
yang ada dalam mencermati kasus Atut. "Golkar jangan terlalu curiga
dengan PDIP, jangan curiga pada manuver Rano Karno dan dia masih melakukan tugas-tugasnya," imbuhnya.
Sebelumnya,
Partai Golkar meminta PDI Perjuangan menahan diri menyikapi kasus yang
menimpa Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Hal itu terkait tampuk
kepemimpinan Atut di Banten.
Diketahui Wakil Gubernur Banten Rano Karno berasal dari PDI Perjuangan. "Saya minta Rano Karno
dan PDIP menahan diri jangan sampai koalisi PDIP-Golkar di Banten ini
jadi rusak," kata Wakil Bendahara Umum Golkar Bambang Soesatyo di Gedung
DPR, Jakarta, Rabu (23/10/2013).
Ia meminta semua pihak harus
berpikir secara jernih terkait kasus Atut sebagai Gubernur Banten.
Apalagi Atut masih sebatas saksi.
"Kalau tersangka harus diputus dan mempunyai kekuatan hukum tetap baru boleh bicara," ujar Anggota Komisi III itu.
